

Konkernas
II dan Rakorpimnas I
Gran Senyiur Balikpapan, 22-24 Januari 2009
Pengurus Besar/PB PGRI baru saja menyelesaikan perhelatan
besar yaitu melaksanakan Konferensi Kerja Nasional (Kongkernas) II dan
Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional (Rakorpimnas) I yang berlangsung
meriah, penuh semangat, dan sukses. Acara ini di pusatkan di Hotel Gran
Sinyeur Balikpapan dari tanggal 22-24 January\i 2010. Acara yang
dihadiri 850 delegasi resmi yang terdiri dari PB PGRI, Anak
Lembaga/Himpunan Provesi Sejenis/ Badan Khusus, Pengurus Provinsi,
Kabupaten/Kota, jumlahnya mencapai ribuan jika dihitung bersama
dengan para pengembara yang tidak bisa memasuki ruang sidang.
Acara Kongkernas merupakan forum ogranisasi kedua setelah kongres, dimana
PB PGRI, beserta anak lemabaga yang terdiri dari YPLP, Gedung Guru Indonesia,
Induk Koperasi PGRI, LKBH, Asosiasi Guru Mata Pelajaran/AGMP, IGTKI PGRI, Tim
Pendiri Bank Guru Indonesia, Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI)
mempertanggung jawabkan seluruh progam kegaitan selama tahun berjalan yakni
tahun 2009, dan mennyampaikan rencana program kerja tahun 2010 kepada seluruh
pengurus provinsi dari seluruh tanah air. Sedangkan Rakorpimnas adalah rapat
koordinasi pimpinan nasional, sebuah forum koordinasi setaip dua tahunan, yang
dihadiri oleh seluruh pengurus PGRI Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Dapat
dibayangkan betapa gegap gempitanya acara ini.
Tema kegiatan ini adalah membangun PGRI yang Kuat, Mandiri, dan
Bermartabat. Seluruh materi kegiatan diarahkan untuk pencapaian tujuan
tersebut. Acara begitu meriah. Acara dihadiri olah Ketua
MPR Bapak Taufiq Kiemas beserta Wakil Pimpinan MPR, Ketua DPD yakni
Bapak Irman Gusman MBA beserta pimpinan Komite III yang membidangi
Pendidikan dan Agama, Tidak lupa Mendiknas Bapak M. Nuh beserta Dirjen PMPTK
Bapak Prof. Dr. Baedhowi, Wakil Ketua DPR Pramono Anung , sejumlah
anggota DPR dari beragam fraksi, Gubernur Kalimantan Timur Bapak H. Awang
Faroek, Bapak Walikota Balikpapan, General Manager Western Area Garuda
Indonesia, Bapak M. Arif Wibowo, wartawan media cetak dan televisi dan
sejumlah tamu undangan lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Dalam acara pembukaan ini, yang penting disimak adalah PGRI sebagai organisasi
profesi, serikat pekerja, dan perjuangan yang independen, dan non partai
politik gigih mengangkat perjuangan dalam peningkatan mutu pendidikan
melalui peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan guru,
pendidik, dan tenaga kependidikan baik negeri maupun swasta, mulai dari TK
hingga perguruan tinggi. Untuk itu PGRI bersinergi membangun
kerja sama dengan berbagai pihak baik ditingkat lokal, nasional,
regional, maupun internasional.
Penandatanganan MOU
Pada malam pembukaan ini, PGRI menanda tangani sejumlah MOU dengan
MPR, DPD, dan Garuda Indonesia. Dalam rangka membangun
profesionalisme guru, PGRI juga menanda tangani MOU dengan Educare dari
Singapore Teachers Union, dan Perusahaan Kamus Elektronik Apple Tree. PGRI
bersama lembaga tinggi negara siap melaksanakan program-program yang mendorong
peningkatan profesionalisme guru, dan juga melakukan sosialisasi hasil-hasil keputusan
kedua Lembaga Tinggi Negara yang terkait dengan tugas memajukan pendidikan
nasional. Sementara dengan Garuda Indoensia, semua anggota PGRI dan keluarganya
mendapatkan discount 15 % keseluruh route baik domestik maupun
internasional. Caranya mudah, hanya menyerahkan foto copy kartu anggota
PGRI pada saat pembelian tiket di tempat penjualan tiket resmi Garuda
Indonesia. Sedangkan program Educare yakni training untuk para guru dan
kepala sekolah sedang dalam proses rancangan pada beberapa daerah. Kamus
Elektronik dengan potongan harga khusus dimaksudkan agar belajar berbahasa
Inggris dapat dilakukan guru dan siswa dengan mudah, murah, dan menyenangkan.
Untuk itu, ayo bergegas, hubungi pengurus Kabupaten/Kota anda untuk pencetakan
kartu tanda anggota (KTA) yang selama ini sering dilupakan untuk diurus. Jangan
lupa, bayar iuran, hanya Rp. 2000,- per bulan. Iuran ini akan dibagi
untuk PB PGRI Rp. 200.00,- Provinsi Rp. 400,00-, Kabupaten Kota Rp/
600.00- dan Cabang Rp. 800.00-. Iuran adalah darah organisasi, agar tetap hidup
dan dapat menjalankan visi-misinya dengan sebaik-baiknya. Nah... Rp. 2000,- itu
kewajiban anggota untuk memuliakan tugas-tugas perjuangan PGRI yang panjang dan
berliku.
Laporan Ketua Umum
Ketua Umum PB PGRI, Bapak Dr. Sulistio, M.Pd yang berpenampilan kalem dan
sederhana, berubah menjadi macan podium kalau sudah di atas panggung bertemu
dan menyampaikan gagasan-gagasan organisasi dalam membangun PGRI yang kuat dan
bermartabat. Salam solidaritas selalu mengawali dan menutup setiap pidatonya.
Dengan teriakan Hidup Guru, di jawab Hidup!, Hidup PGRI dijawab Hidup!, dan
solidaritas, dijawab Yes!!. ketua Umum menyampaikan laporannya, yang disambut
secara gegap gempita oleh seluruh peserta termasuk para tamu undangan.
Ketua Umum memaparkan laporan penyelenggraan, sekaligus menyampaikan agenda
perjuangan PGRI, serta mengharapkan dukungan berbagai pihak dalam memajukan
pendidikan nasional melalui peningkatan mutu pendidik dan tenaga
kependidikan yang profesional, sejahtera dan bermartabat, serta terlindungi.
Dalam sambutan ini Ketua Umum menekankan perlunya perlindungan guru Non PNS,
untuk itu PGRI akan terus mendesak dan mengawal lahirnya Peraturan atau
regulasi guru non PNS. Selain itu, Birokrasi pendidikan, Politik guru
yamg dimaknai sebagai perlu adanya cetak biru pembangunan guru yang
komprehensif, birokrasi pendidikan yang profesional, anggaran pendidikan yang
sesuai konstitusi terutama di Kabupaten/Kota, Ujian Nasional, dan
pentingnya pendidkan sebagai agenda utama pemerintah, merupakan high light dari
laporan ketua umum. Letua Umum juga dengan bersemangat akan mendorong
tumbuhnya kekuatan ekonomi baru yakni kekuatan ekonomi guru. Anak lembaga baru
yakni Bank Guru di didirikan. Pilot project Bank Guru lahir di Jawa Tengah dan
Jakarta.
Kemeriahan Sidang
Seorang pegawai PGRI bercerita dengan linangan air mata, bahwa PGRI kali
ini benar-benar beda. Tanda-tanda kebangkitan PGRI benar-benar di pelupuk mata.
Menurutnya, belum pernah melihat bahwa peserta selama hampir empat hari tidak
bergeming di ruang sidang. Setiap progam yang disampaikan mendapatkan
antusiasme yang mendalam dari peserta. Keinginan kuat menjadikan PGRI
sebagai organisasi profesi yang kuat melahirkan debat-debat panjang yang seru
dan penuh semangat. Pada kesempatan ini juga disampaikan paparan dari
Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia PGRI, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman
beserta Bapak Dr. Sudharto, Dirjen PMPTK , Direktur Pendidikan Islam, dan
Paparan Pendirian Bank Guru . Tidak lupa dalam laporan disampaikan
hasil-hasil perjuangan PGRI dipaparkan, mulai dari perjuangan 7 tahun
mengawal lahirnya UU Guru dan Dosen, dan berbagai hasil lainnya yang dibukukan
dalam CD . Yang mengharukan adalah solidaritas terhadap musibah yang dialami
oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo yang Ketua PGRI Provinsi
Gorontalo Bapak Prof. dr. Nelson . Seluruh peserta menanda tangani
pernyataan sikap membela Pak Nelson dari politisasi kasus sertifikasi
yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Demikian ringkasan pelaksanaan Kongkernas dan Rakorpinmas. Seluruh peserta
pulang dengan harapan membungkah di dada, semoga PGRI makin jaya membela
kepentingan pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh tanah air. Amin.
.: Berita Singkat :. |