Selasa, 21 Februari 2012 - 10:39:40 WIB Audiensi Akbar Guru Honorer Diposting oleh : Administrator
Kategori: organisasi
- Dibaca: 1250 kali
Pengurus PGRI Yth.
Kemarin PGRI mendampingi guru dan tenaga honorer menyelenggarakan audiensi akbar. Kami diterima Menpan dan RB, Sekretaris Kabinet Bapak Dipo Alam, dan Staf Khusus Presiden, Yulian A. Pasa, di Istana Negara.
Hasilnya: RPP tentang Penyelesaian Tenaga Honorer rabu besok diserahkan kepada Presiden oleh Menpan dan RB untuk disahkan, sore ini kami diundang Menpan dan RB untuk finalisasi draf RPP tersebut.
Tenaga Honorer Kategori 1 yang memenuhi syarat akan diangkat tahun ini. Kategori 2 mulai diangkat tahun depan, kami sedang mengusulkan agar mulai tahun ini juga. PGRI diminta memantau agar data tenaga honorer tidak dimanipulasi dan tidak ada pungutan liar dalam proses pengangkatan PNS itu. Baca : Kompas dan Jawa Pos hari ini
Terima kasih
Salam,
Sulistiyo Ketua Umum PB PGRI
37 Komentar : muhtarom 18 April 2012 - 07:16:23 WIB
bapak2 PGRI ini dari tenaga honorer guru sd sk setelah januari 2005
bagaimana nasib kami di pemerintahan pak??? apakah ada pp yang mengatur yang tidak bisa masuk database 2005? tlong di sampaikan kepada kami pak, di karenakan di Kab. mojokerto tidak ada tes selama 5 tahun atas kep. bupati. sugiyanto prayitno 15 April 2012 - 17:34:48 WIB
keberadaan gtt tmt setelah 2005 apakah melanggar pp tetapi kami ini diterima karena sekolah kurang guru walaupun pemerintah melarang menerima gtt pada saat itu sekarang kami tidak masuk k2 la terus bagaimana kelanjutan nasib kami kami mohon pak sulistyo membantu memperjuangkan kelangsungan karir dan kejelasan sumber penghasilan sehingga kami dapat nyaman dalam bekerja trimakasih semoga di tindak lanjuti dari segelintir kegundahan pahlawan tanpa tanda jasa m.lutfi 14 April 2012 - 12:55:51 WIB
PGRI memang untuk dan oeh semua guru, tanpa membedakan pns atau non pns. jadi kalau mengadan perjuanan bersama, itu adalah bagian dari fitrahnya. jadi hanya mudah2an guru baru atau guru dgn status apapun dpt bersatu semakin teguh dlm perjuangan dan pengabdian. Rudi Budaya 15 April 2012 - 15:25:03 WIB
PGRI SELALU DAN SELALU TRUS BERJUANG UNTUK KEPENTINGAN GURU DAN PENDIDIKAN...
HIDUP GURU.. HIDUP GURU...
PGRI YES.... m.lutfi 14 April 2012 - 12:55:51 WIB
PGRI memang untuk dan oeh semua guru, tanpa membedakan pns atau non pns. jadi kalau mengadan perjuanan bersama, itu adalah bagian dari fitrahnya. jadi hanya mudah2an guru baru atau guru dgn status apapun dpt bersatu semakin teguh dlm perjuangan dan pengabdian. agus 10 Mei 2012 - 23:24:55 WIB
suwaiiii....mohon swasta yang di madrasah juga ya pak...ya kami sdg bermimpi utk jd pns hehe...smoga jd kenyataan aminnn... irman tribuana sakti 06 Mei 2012 - 08:49:48 WIB
PGRI tolong perjuangkan nasib kami yang mengajar atau menjadi honorer di sekolah swasta yang SK pengangkatan kami hanya dari fihak sekolah.tks... andi ashar 06 Mei 2012 - 10:16:32 WIB
mana perjuangan pgri untuk kami guru honorer sekolah swasta guru swasta 03 Mei 2012 - 08:14:36 WIB
kebijakan diskriminatif heri 03 Mei 2012 - 20:33:40 WIB
Pak bagaimana dengan guru honorer yang ngajar di madrasah(MTs dan MA)? apa diperlakukan sama dengan yang ngajar di sekolah sadono 01 Mei 2012 - 23:18:21 WIB
asalamu'alaikum wr wb.
teruntuk bapak-bapak pimpinan PGRI yang terhormat. entah kepada siapa lagi kami harus mengadu, sampai saat ini nasib kami honorer yang ber SK kepala sekolah sangat tidak diperhatikan. sementara di pihak GURU yang sudah PNS dan BERSERTIFIKASI kian hari kian makmur, dulu yang hanya memakai sepeda motor supra X 125 sekarng sudah mengendarai mobil terrios, kesehatan terjamin, anak istri pun mendapatkan tunjangan. sementara kami semakin terhimpit dengan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang semakin melambung. kewajiban dan tugas kami sama pak, apalagi untuk penjaga dan pesuruh disekolah harus siaga dalam waktu 24 jam sehari. tapi seolah-olah pemerintah negeri ini selalu menutup mata bagi kami, belum lagi bila menhadapi kepala sekolah yang killer, hampir istirahatpun tak bisa, yang ada hanya kerja dan kerja lagi. sementara yang PNS terkadang terlihat sangat santai. kami membayangkan kapan kami bisa hidup dalam kecukupan, gaji kami hanya berapa persen dari gaji bapak-bapak yang terhormat. kami juga punya anak dan istri juga hidup dalam masyarakat, yang tak lepas dalam kehidupan sosial. ah kami seperti tidak dihargai sama sekali. antara hak dan kewajiban kami sangat tidak sebanding. di hari pendidikan ini kami mohon dengan sangat semoga kedepan nasib kami serta kesehatan keluarga kami lebih diperhatikan agar dalam menjalankan kewajiban kami bisa lebih baik lagi, semoga kelak HAK-HAK KAMI juga terpenuhi.wassalam, selamat hari pendidikan nasional, semoga apa yang telah kita berikan untuk anak didik kita berguna bukan hanya di dunia, tapi sampai akhirat nanti, amin ... Nurul Ida 25 April 2012 - 10:28:14 WIB
Pak jangan guru honor ja yg diangkat,,,gmn nasib TU jg ni pak?
kan sekolah tidak akan berjalan dengan lancar klo g ada TU B Sunawar 30 April 2012 - 11:06:52 WIB
Bagaimana nasib Kami Guru Yayasan PGRI apakah bisa masuk katagori? katanya Yayasan milik PGRI mohon dibantu juga dong Pak ! dah 6 th pak ! ARISTO 21 Februari 2012 - 23:04:23 WIB
Perjuangan yang luar biasa. Selamat PGRI. Ini benar-benar membantu teman-teman guru honor. Saya hampir menangis ketika melihat di TV mereka demo di depan istana pada saat acara doa. Sumarti 22 Februari 2012 - 10:45:42 WIB
Berita yang membahagiakan. Waktunya bagi anggota PGRI untuk saling bergandeng tangan,saling peduli, mengangkat harkat dan martabat guru, tanpa memandang golongan...Bravo PGRI maya 22 Februari 2012 - 15:08:52 WIB
saya gtt di salah satu sekolah swasta di kota surakarta sdh 6th. terhitung sejak tahun 2005. yg ingin saya tanyakan apakah gtt swasta jg diperhitungkan nasib nya?? mohammad arief 22 Februari 2012 - 19:10:33 WIB
luar biasa perjuangan PGRI!! semoga keberadaan PGRI semakin dirasakan manfaatnya dan dicintai oleh seluruh anggotanya...
HIDUP GURU!!!
HIDUP PGRI!!!
SOLIDERITAS? YES!!
Ketua PGRI Prov. DKI Jakarta
H. Moh. Arief Dwi Hardiyono 22 Februari 2012 - 20:19:42 WIB
Hidup Guru! Hidup Guru! Hidup PGRI ! Tolong P. Sulistiyo bagi Guru Honorer yang teranulir tahun 2005 yang lalu sampai sekarang belum diangkat. Mohon diperjuangkan. sobirin 22 Februari 2012 - 21:48:45 WIB
Aswrb,Pak kami guru guru honor di swasta perhatikan juga pak Sulstiyo. kami kan anggota PGRI juga anto 25 Februari 2012 - 22:40:13 WIB
Pak, bagaimana nasip guru wiyatabakti tahun 2006 s/d 2012? Yanto 26 Februari 2012 - 22:11:15 WIB
Mhn pnjelasan guru honorer yg gol 1 kategorinya bgmn Ainur Roziq 27 Februari 2012 - 11:50:08 WIB
Salut buat PGRI dan di tunggu kabar selanjutnya....
Makasih PGRI.... umarjannada 02 Maret 2012 - 19:58:06 WIB
apanya yang kita saluti klo guru di aceh utara khususnya bakti murni masih kelaparan...... munawarruddin 02 Maret 2012 - 20:00:35 WIB
Makanya jadi pemmimpin tu harus adil jangan cuma gaji kalian ja mencapai puluhan jutaan... sedangkan kami pahlawan tampa jasa tak ubah seperti nyawa di ujng tombak dan gali lobang ttup lobangkan.............. saiful 02 Maret 2012 - 20:02:54 WIB
Kenapa gaji kami guru di aceh utara khususnya bakti murni gak pernah naik-naik? Lagian kenapa klo dibayarnya pun terlalu lama sekali apa mereka belum cukup depesitonya di Bank?????????????? wito 03 Maret 2012 - 12:13:45 WIB
Menyikapi pengangkatan Guru Honorer sebaiknya Kategori 1 dan Kategpori 2 penetapanya perlu ditinjau kembali, karena pendataanya banyak penyimpangan, Penetapan Guru Honorer hendaknya menggunakan pola recruitmen menggunakan NUPTK seperti rekrutmen sertifikasi Guru, krn banyak yang ditetapkan pasa Kategori I dan Kategori II tidak memiliki NUPTK, guru dan pegwai honorer yang memiliki NUPTK jelas valid, di NUPTK data umur, pendidikan, masa kerja sudah valid (tidak direkayasa). Mukhsin 04 Maret 2012 - 10:21:14 WIB
Semoga cepat terselesaikan, kami sangat ingin mencerdaskan bangsa dengan suasana hati tenang.
Mukhsin, Guru Wiyata Bhakti Th. 2008 Mats Asroor 04 Maret 2012 - 21:45:02 WIB
Tolong terus pantau janji pemerintah, sebab dari dulu janji terus, hanya untuk meninabobokan Guru honorer. Kasihan GH juga manusia. Hasan basyri 08 Maret 2012 - 17:12:50 WIB
terima kasih Pak Sulistiyo,dengan begitu saudara kami yang sudah lama menjadi tenaga honorer bisa menarik napas dan akan tersenyum .Moga usaha bapak mendapat ridho dari Tuhan .tenaga honorer pasti jadi anggota PGRI toni 14 Maret 2012 - 12:48:01 WIB
hidup guru hidup PGRI....! PGRI tolong perjuangkan guru honorer supaya diangkat sebagai cpns pak ayex 14 Maret 2012 - 18:35:03 WIB
Semoga ... guru honorer yang berkwalitas dan sudah lama mengabdi dapat segera diangkat jadi PNS. Perjelas aturan pengangkatan guru honorer yang baru, apa yang didapat dan apa resikonya.?????? wahyu purnomo 17 Maret 2012 - 19:51:45 WIB
hidup pgri hidup pgri hidup guru honor terus berjuang sebelum pp diturunkan oleh presiden Sunaryo 18 Maret 2012 - 00:21:44 WIB
Saudara-2 sebangsa dan se tanah air...
Guru adalah ujung tombak dalam penentuan dan pembentukan karakter mentalitas generasi muda bangsa kita ...
didiklah mental generasi muda anti korup dan anti penipu.. agar tidak seperti pejabat sekarang ini ..
kita harus terus berjuang .... DAYAT 18 Maret 2012 - 07:34:54 WIB
kalau guru honorer di sekolah negri ada janji mau diangkat jadi PNS lha guru wiyata bakti sek nang swasta piye? angga 24 Maret 2012 - 11:07:24 WIB
lalu bagaimana nasib gtt setelah januari 2005.pdhal larangan mengambil gtt kan per november 2005 Rahma lia 08 April 2012 - 12:42:37 WIB
Pak sulistiyo bagaimana nasib guru honor SK 2006? apakah ada kelanjutannya setelah kategori II ni pak??? hablulah 08 April 2012 - 19:29:56 WIB
TOLONG PGRI DAN PEMERINTAH LIHAT LAGI GAJI GURU HONORER SWASTA.LIHAT JUGA BAGAIMANA PENGABDIANNYA. KEMUDIAN PIKIRKAN LAYAK TIDAK KEHIDUPANNYA. APAKAH PANTAS PENGHARGAAN/HONOR YANG MEREKA DAPATKAN Isi Komentar :