
Demikian hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Himpunan Matematika Indonesia Indonesian Mathematical Society (IndoMS) Prof Widodo di sela-sela Konferensi Internasional Matematika yang baru pertamakali diselenggarakan IndoMS di Kampus Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (12/10).
Seperti diberitakan sebelumnya, publikasi penelitian bidang Matematika di Indonesia termasuk salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Data publikasi internasional Mathscinet pada Juli 2008 menyebutkan, Indonesia baru menghasilkan 333 publikasi yang disusun oleh 83 matematikawan Indonesia. Jumlah itu hanya 7,6 persen dari jumlah anggota keseluruhan Himpunan Matematika Indonesia atau Indonesian Mathematical Society (IndoMS) sebanyak 1.093 orang.
Selain itu, kata Widodo, sistem penilaian kepangkatan juga belum mendorong guru dan dosen untuk melakukan publikasi hasil penelitian. Aturan tersebut memperbolehkan hasil penelitian cukup dipresentasikan tanpa perlu penilaian kualitas.
"Guru dan dosen akan lebih memilih penelitiannya dipresentasikan saja, karena untuk publikasi ada penilaian kualitas, sehingga prosesnya akan lebih sulit," tuturnya.
Widodo, yang juga Ketua Program Studi dan Pengelola Pascasarjana Matematika UGM itu, menuturkan, kondisi tersebut mengakibatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia terhambat dan mulai tertinggal dari negara lain. Hal itu karena Matematika merupakan ilmu dasar yang diperlukan dalam pengembangan berbagai bidang Iptek. Terhambatnya pengembangan Iptek membuat Indonesia menjadi bangsa pengguna, namun tidak bisa memproduksi.
Dosen Prodi Matematika FMIPA UGM Fajar Adi Kusumo mengatakan, cara mengajar guru dan dosen Matematika juga perlu diperbaiki agar minat masyarakat terhadap pelajaran Matematika meningkat. Selama ini, pembelajaran masih terlalu teoritis sehingga mengesankan Matematika pelajaran yang rumit dan sulit.
"Pelajaran Matematika seharusnya lebih menyentuh kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik lebih mudah memahami," ujarnya. K
.: Berita Singkat :. |