Senin, 26 Oktober 2009 - 14:53:46 WIB
Cegah Liberalisasi, Evaluasi UU BHP
Diposting oleh : Administrator
Kategori: pendidikan - Dibaca: 296 kali




YOGYAKARTA--Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Edy Suandi Hamid berharap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengkaji keberadaan undang-undang (UU) Badan Hukum Pendidikan (BHP). ''Evaluasi terhadap UU BHP masih memungkinkan karena belum ditandatangai oleh Presiden," kata Edy usai Pelantikan Dewan Pengawas Bank Jogja, di Komplek Balaikota Yogyakarta, Jum'at (23/10).

Menurut dia, ada beberapa poin dalam UU BHP yang perlu dievaluasi, yakni kemungkinan timbulnya liberalisasi pendidikan dan penyamaan posisi pendidikan dasar dengan pendidikan tinggi. Dia berpendapat, liberalisasi pendidikan di Indonesia tidak banyak berguna bagi masyarakat Indonesia.

Sementara, penyamaan posisi pendidikan dasar dan pendidikan tinggi adalah sesuatu yang hampir mustahil. ''Saya kira menyamakan posisi pendidikan dasar dan pendidikan tinggi seperti dalam UU BHP sangat sulit. Tidak mungkin pendidikan dasar menjadi seperti pendidikan tinggi. Tapi ada banyak pasal dalam UU BHP yang sudah baik. Saya sudah mencermatinya,''kata dia.

Edy mengatakan ada sejumlah pekerjaan yang perlu dituntaskan Mendiknas. Menurut dia, dua pekerjaan besar yang harus ditangani adalah meningkatkan angka melek huruf masyarakat serta memadukan dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Selama ini, dunia pendidikan terlihat kurang sinergis dengan dunia kerja. Itu terlihat dari banyaknya pengangguran terdidik di Indonesia. "Satu juta pengangguran di Indonesia adalah lulusan perguruan tinggi. Sementara, 4,5 juta pengangguran lain adalah lulusan SMA. Jadi, hampir separuh darui jumlah pengangguran merupakan pengangguran terdidik. Itu adalah masalah yang harus dipecahkan dalam dunia pendidikan," ungkapnya.

Dia merasa optimistis dengan kinerja Mendiknas dalam Kabinet Indonesia Bersatu Kedua. Optimisme itu berdasarkan latar belakang Mendiknas baru yang tidak asing lagi dengan dunia pendidikan. Menurut Eddy, Nuh cukup memenuhi kualifikasi sebagai Mendiknas karena memiliki kemampuan manajerial dalam mengelola pendidikan. Hal itu terbukti selama Nuh menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Selain itu, dia menambahkan, Mendiknas baru berasal dari kalangan profesional non partai politik (Parpol). Sehingga cenderung tidak terkontaminasi kepentingan Parpol. Meski optimistis dengan kinerja Mendiknas, Edy menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi terhadap jabatan menteri. ''Kita beri kesempatan kepada Menbdiknas untuk bekerja. Selain itu, posisi menteri adalah hak prerogatif Presiden. Yang pasti semua menteri, tidak hanya Mendiknas, harus diberi kesempatan bekerja,''tutur dia. R

  • Guru Non Sarjana Akan Diberhentikan
  • Rektor Se-Asia Upayakan Standar Kualitas
  • Pendidikan Harus Disiapkan Lebih Dini
  • Dibiayai APBD, Guru Madrasah Disekolahkan Pemprov
  • Mendiknas Jamin Kembalikan Fasilitas Pendidikan Korban Gempa
  • 0 Komentar :

    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Untitled Document
    Untitled Document
    .: Berita Singkat :.
  • Guangzhou, China, 14 Desember 2010, PGRI telah menandatangani MoU dengan South China Normal University dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

  • Konferensi Kerja Nasional III PGRI Tahun 2011

    27-30 Januari 2011
    Provinsi Gorontalo

  • Seoul, 5 Maret 2011, Penandatanganan Kerja sama antara PB PGRI dengan Korean Federation of Teachers Association. Kerja sama di antaranya tentang Joint Research, Workshop, dll.

  • Mohon peralihan dana BOS ke  Pemda di tinjau kembali karena sangat mempersulit sekolah. Dalam pembelian harus dilampirkan NPWP. SIUP dan SPK dari tempat pengambilan dana BOS di kantor Pos harus ada Rekomendasi dari Dinas.

  • RAKORNAS 2011, Jakarta Grand Cempaka Hotel

    Membahas berbagai persoalan guru, pendidikan, dan organisasi serta Proker sesuai Keputusan Konkernas III Gorontalo, PB PGRI mengundang Saudara Ketua dan Sekretaris Pengurus PGRI Provinsi untuk menghadiri acara Rakornas PGRI Tahun 2011 di Grand Cempaka Hotel, Jakarta 29 - 31 Mei 2011.